Pernahkan Anda mendengar istilah Divi Builder dan Elementor? Bagi para blogger maupun web developer mungkin sudah tidak asing dengan kedua plugin page builder tersebut, karena kemudahannya dalam mengeksekusi layout website, namun tidak sedikit orang yang masih sangat asing. Meskipun keduanya memiliki fungsi yang sama untuk mengeksekusi layout website, namun keduanya memiliki perbedaan yang sangat jelas. Sebelum mengetahui perbedaan dari kedua page builder tersebut, pastikan Anda mengenal terlebih dahulu apa itu Divi Builder dan Elementor.

 

Divi builder adalah sebuah tools tema/theme  pada website berbasis WordPress yang dibuat oleh Elegant themes, yang memiliki fungsi untuk membangun dan mendesain halaman website tanpa codingTheme sendiri merupakan salah satu dari beberapa theme WordPress yang memiliki tool page builder dalam bentuk drag dan drop. Sehingga dapat memudahkan Anda dalam mengkustomisasi tampilan website secara mudah dan sesuai dengan kebutuhan Anda tanpa mengerti tentang coding. 

 

Sedangkan Elementor pro adalah tools sejenis Divi yang memiliki fungsi sama yaitu membangun dan mendesain halaman website secara mudah tanpa harus mengerti tentang coding. Sehingga Anda dapat mengatur tampilan halaman, membuat style footer, header, dan lain sebagainya langsung di website. Namun yang membedakannya adalah fitur-fitur yang ditawarkan, performa, tampilan, harga, template, dan kemudahannya saat digunakan. 

 

Berbicara mengenai kemudahan, sebenarnya poin ini sangatlah relatif, karena baik Divi maupun Elementor memiliki kelebihan masing-masing. Untuk lebih jelasnya lagi silahkan simak ulasan lengkap mengenai perbandingan Divi dan Elementor berikut ini, sehingga Anda bisa memilih mana yang paling bagus untuk website Anda.   

 

Divi vs Elementor: Performa dan SEO

 

Perbandingan Divi dan Elementor yang pertama yaitu bisa dilihat dari performanya. Performa dan SEO menjadi salah satu hal yang penting untuk dijadikan pertimbangan saat Anda akan memilih page builder mana yang lebih baik. Untuk melihat hasil dari performa kedua page builder tersebut, telah dilakukan pengujian tes. Dalam tes ini juga memperhatikan sisi responsif dari masing-masing page builder. Dalam pengujian tes ini menggunakan website yang masih baru dan tanpa melakukan optimasi apapun, serta menggunakan Gtmetrix dan Google Page. Dari beberapa pengujian yang telah dilakukan menghasilkan perbandingan bahwa Elementor lebih unggul dari Divi dalam segi performa.   

 

Divi vs Elementor: Kemudahan dalam Penggunaan

 

Perbandingan Divi dan Elementor yang kedua yaitu bisa dilihat dari kemudahannya saat digunakan. Pada dasarnya kemudahan penggunaan ini sangatlah relatif dan sulit untuk dijelaskan. Meskipun demikian poin ini sangatlah penting untuk disampaikan, karena banyak orang memilih page builder berdasarkan kemudahaan dalam penggunaanya. 

 

Kemudahan penggunaan umumnya tergantung pada  penggunanya sendiri dan juga kebutuhan, karena yang Anda anggap mudah atau sulit belum tentu sama dengan yang dirasakan orang lain. Oleh karena itu, penjelasan pada poin ini bisa Anda jadikan acuan  untuk menentukan menggunakan page builder mana yang paling sesuai dengan Anda dan kebutuhan Anda. Karena baik Divi maupun Elementor merupakan page builder yang ramah dan mudah untuk digunakan.    

 

Divi vs Elementor: Fitur

Perbandingan Divi dan Elementor yang ketiga yaitu bisa dilihat dari fitur-fitur yang diberikan. Meskipun memiliki fungsi yang sama, tentunya kedua page builder tersebut memiliki fitur unik atau layanan yang berbeda-beda.

Divi memiliki berbagai fitur unik dan menarik yang bisa Anda gunakan sepuasnya antara lain sebagai berikut:

  • A/B Testing

    Pada fitur ini memungkinkan Anda untuk mengatur A/B/n testing untuk modul-modul tertentu dari layout pembuat backend, sehingga Anda dapat membandingkan efek modul-modul tersebut, untuk selanjutnya dipilih versi yang paling berhasil.

  • Lock Element

    Pada fitur ini Anda dapat mengunci modul tertentu untuk menghindari perubahan secara tidak sengaja ke modul yang sudah selesai.

  • Copy Modul Style

    Pfitur yang satu ini dapat memungkinkan Anda untuk menyalin gaya.

  • Divi Role Editor

    Pada fitur ini dapat memungkinkan Anda dalam membatasi akses menuju fungsionalitas Divi builder tertentu atau modul tertentu berdasarkan peran penggunanya

 

Tidak kalah menarik dari Divi, Elementor juga memiliki banyak fitur menarik yang bisa Anda gunakan diantaranya sebagai berikut:

  • Embed Anywhere

    Pada fitur ini Anda akan dimudahkan dalam menggunakan widget dan shortcode untuk menampilkan desain elementor di manapun pada situs Anda, seperti halnya footer, sidebar, dan area lainnya. 

  • Shape Dividers

    Pada fitur ini Anda akan dimudahkan dapat membuat efek desain yang keren dan menambahkan bentuk SVG pada desain Anda secara langsung dari antarmuka Elementor.

  • Mode Maintenance/ Coming Soon,

    Adapun pada fitur ini Anda akan dimudahkan dalam menggunakan elementor untuk merancang mode maintenance dan coming soon pada website, selain itu juga dapat menghidupkan halaman tersebut langsung dari antarmuka Elementor. 

 

Baca Juga: Inilah 7 Plugin Terbaik untuk Backup WordPress Anda

 

Divi vs Elementor: Ketersediaan Template

 

Perbandingan Divi dan Elementor selanjutnya yaitu bisa dilihat dari ketersediaan template yang dimiliki oleh masing-masing page builder.  Nah pada poin ini, jika Anda lihat berdasarkan masing-masing page builder melalui website resminya yang paling banyak menyediakan elemen yaitu Elementor.

 

Elementor memiliki element resmi sebanyak 53 element, sedangkan Divi memiliki element resmi sebanyak 46 element. Jika dilihat dari perbandingan tersebut Elementor memang lebih unggul sehingga bisa dibilang lebih lengkap untuk membuat website Anda menjadi jauh lebih baik dengan adanya elemen yang disediakan tersebut. 

 

Divi vs Elementor: Antarmuka Visual Editor Seret dan Jatuhkan

Perbandingan Divi dan Elementor selanjutnya bisa Anda lihat dari antarmuka visual editor drag dan drop. Kedua page builder tersebut memiliki konsep drag dan drop, yang artinya Anda cukup klik pada elemen yang diinginkan, kemudian seret ke posisi yang Anda inginkan untuk muncul di halaman website Anda kemudian letakkan di tempatnya.

 

Divi mempunyai elemen yang ditampilkan pada tata letak halaman itu sendiri. Pada dasarnya Anda hanya perlu memilih elemen yang diinginkan atau akan digunakan dan mengatur ulang sesuai urutan yang Anda ingin munculkan pada halaman website.

 

Sedangkan untuk Elementor, elemennya sebagian besar ditampilkan pada kolom sebelah kiri, yang mana memberi Anda tata letak yang tampak seperti kanvas. Sehingga Anda dapat memilih elemen yang diinginkan dan mengaturnya dengan sesuai keinginan Anda agar nanti muncul di halaman website Anda.

 

Divi vs Elementor: Biaya

Perbandingan Divi dan Elementor yang terakhir yaitu bisa dilihat dari biaya atau harga yang dikeluarkan untuk mendapatkan masing-masing page builder tersebut.. Pada umumnya faktor biaya menjadi salah satu faktor yang sangat menjadi bahan pertimbangan bagi banyak orang untuk memilih sesuatu termasuk page builder website.    

 

Jika Anda bertanya page builder mana yang dapat diakses secara gratis, maka jawabannya adalah Elementor. Meskipun gratis, Elementor tetap dapat membuat website yang menarik dan powerful karena dibekali dengan widget-widget dasar. Sedangkan Divi tidak menyediakan versi gratisnya. Adapun biaya yang perlu Anda keluarkan untuk menggunakan Elementor pro atau Elementor berbayar yaitu 49 USD/tahun untuk satu website  dan 199 USD/tahun untuk multiple website (bisa mencapai 1000 website). Sedangkan untuk DIVI Anda perlu mengeluarkan biaya mulai dari 89 USD/tahun dna untuk multiple website biaya paling murah sebesar 89 USD/tahun.  

 

Selain itu Anda juga perlu mempertimbangkan lisensi website yang dibangun agar selalu mendapatkan support dan update. Pada Elementor hanya memberikan lisensi dengan durasi 1 tahun, yang mana Anda harus memperpanjang lisensinya setiap tahun, jika tidak Anda tidak akan bisa menggunakannya kembali. Sedangkan untuk DIVI Anda akan diberikan opsi lifetime license yang mana dibanderol dengan harga 249 USD flat. Sehingga Anda tidak perlu memperbarui lisensi setiap tahun. 

 

Nah itulah perbandingan dari Divi dan Elementor yang bisa Anda jadikan referensi dalam menentukan page builder mana yang terbaik untuk website Anda. Menurut Anda mana yang lebih baik antara Divi dan Elementor? Secara umum keduanya merupakan plugin builder terbaik dari yang ada. Namun pada perbandingan ini dapat ditarik kesimpulan mana yang lebih baik dari kedua plugin tersebut. Lantas mana yang menurut Anda lebih baik untuk website? Karena konsep lebih baik sebenarnya sangat relatif, Anda dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan juga skill yang Anda miliki, dengan begitu Anda akan tahu mana yang lebih baik.

 

Jika Anda mengalami masalah dalam memilih page builder website atau berencana untuk membuat website profesional untuk bisnis Anda, segera hubungi Sosiakita sekarang untuk membantu menangani masalah dan juga kebutuhan website Anda.  Sosiakita merupakan jasa digital marketing Surabaya yang memiliki kredibilitas tinggi sehingga mampu membantu Anda dalam merencanakan pemasaran digital dan membantu Anda dalam membuat website bisnis profesional maupun konten-konten sosial media yang menarik. Untuk informasi lebih lengkap Anda dapat mengisi formulir disini atau langsung menghubungi pihak kami disini! Anda juga dapat mengunjungi instagram kami disini untuk mendapatkan update terbaru mengenai informasi menarik seputar dunia digital marketing dan website. Pastikan Anda tidak salah menemukan webmaster agar situs website Anda tidak mengalami masalah atau kendala apapun ya