Ketahui Perbedaan TikTok Shop, IG Shop, dan Fb Marketplace

Ketahui Perbedaan TikTok Shop, IG Shop, dan Fb Marketplace

Berbicara mengenai bisnis, saat ini media sosial menjadi salah satu hal yang berperan sangat penting dalam kelangsungan hidup para pelaku bisnis online. TikTok, Instagram, dan Facebook adalah ketiga platform media sosial yang marak digunakan para pelaku bisnis sebagai media promosi. Bukan hanya sebagai media promosi untuk meningkatkan brand awareness, sosial media pun sekarang juga bisa menjadi wadah untuk menjual barang melalui platform mereka. Hal ini karena ketiga media sosial tersebut menyediakan fitur yang dapat mempermudah pengguna untuk menjalankan bisnis, yaitu fitur TikTok shop, Instagram Shop, dan Facebook Marketplace. 

Sebelum membahas lebih jauh, perlu Anda ketahui bahwa ketiga media sosial tersebut menjadi media sosial yang saat ini paling digandrungi oleh masyarakat dari berbagai usia. Hal ini juga diikuti dengan semakin banyaknya pelaku bisnis dan konsumen yang melakukan kegiatan jual beli secara langsung melalui aplikasi sosial media ini. Oleh karena itu TikTok shop, Instagram shop, dan Facebook Marketplace sering diperbandingkan. Anda pun mungkin menjadi salah satu orang yang penasaran mengenai perbandingan dari ketiganya. Untuk menjawab rasa penasaran Anda dan mengetahui manakah yang terbaik untuk bisnis Anda, simak penjelasan mengenai perbedaan TikTok shop, Instagram shop, dan Facebook Marketplace berikut ini.  

 

Perbedaan TikTok Shop, Instagram Shop, dan Facebook Marketplace 

 

1. Awal Kemunculan Fitur TikTok Shop, Instagram Shop, dan Facebook Marketplace

Ketahui Perbedaan TikTok Shop, IG Shop, dan Fb Marketplace

 

Hal pertama yang membedakan TikTok shop, Instagram shop, dan Facebook shop atau Facebook marketplace adalah awal diluncurkannya fitur tersebut ke publik. 

TikTok pertama kali muncul pada bulan September 2021 lalu, yang mana dapat dikatakan sangat baru.  Meskipun terbilang masih baru, Deseret News menyebutkan bahwa fitur TikTok shop ini memiliki potensi yang cukup besar mengingat persentase pengguna Tik Tok yang membeli produk dan layanan setelah melihat iklan mencapai 49%.  

Sedangkan Instagram shopping pertama kali diperkenalkan ke publik pada bulan Maret 2017. Fitur ini digadang-gadang sebagai BigCommerce karena mampu memberikan kenaikan traffic yang signifikan kepada merek hingga mencapai 1.1416% serta peningkatan pendapatan mencapai 20%.

Adapun untuk Facebook Marketplace pertama kali dikenalkan pada bulan Agustus 2016 yang hingga saat ini masih banyak digandrungi oleh para pengguna Facebook dan para pebisnis online. 

 

2. Demografi Pengguna

Ketahui Perbedaan TikTok Shop, IG Shop, dan Fb Marketplace

 

Hal kedua yang membedakan antara TikTok shop, Instagram Shopping dan Facebook Marketplace yaitu demografi dari penggunanya. Perlu Anda ketahui bahwa mengetahui demografi pengguna merupakan hal yang sangat penting, karena akan sangat berkaitan dengan target pasar Anda nantinya. Jika demografi pengguna sesuai dengan target pasar Anda, maka platform tersebut akan lebih efektif untuk mempromosikan bisnis Anda.

Menurut data dari Statista pengguna Tik Tok pada tahun 2021 mencapai 4,14 juta. Dimana 59% diantaranya adalah pengguna perempuan dan 39% lainnya pengguna laki-laki. Dari 4.14 juta pengguna tersebut 60% diantaranya berusia 16 hingga 24 tahun.  

Masih dilansir dari Statista, pengguna Instagram di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 87,9 juta, yang diantaranya  52,65 pengguna perempuan dan 47,4% pengguna laki-laki. Dari 87,9 juta pengguna tersebut 36,4% berusia 18 hingga 24 tahun, dan 31,9% lainnya berusia 25 hingga 34 tahun.

Sementara pengguna Facebook di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 140 juta yang diantaranya 43,9% pengguna perempuan dan 56,1% pengguna laki-laki. 

 

3. User Experience

Ketahui Perbedaan TikTok Shop, IG Shop, dan Fb Marketplace

 

Hal ketiga yang membedakan antara TikTok shop, Instagram Shopping dan Facebook Marketplace adalah user experience atau UX. Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah UX yaitu kepuasan dalam menggunakan suatu produk digital. Dalam hal ini yang membedakan antara ketiga fitur tersebut yaitu pengalaman penggunaannya. 

Pada TikTok shop Anda akan dapat langsung membeli produk di aplikasi TikTok, sehingga tidak perlu dialihkan menuju situs lainnya. Artinya segala transaksi pembelian dimulai dari chatting dengan penjual hingga proses pembayaran semua dilakukan pada Aplikasi TikTok tidak dialihkan menuju situs lain. Adapun untuk pembayarannya dapat melalui OVO, Gopay, atau transfer bank. 

Sedangkan pada Instagram shopping, pembeli akan diarahkan terlebih dahulu menuju website brand, e-commerce, atau marketplace tempat produk tersebut dijual. Sehingga pembeli akan dialihkan menuju situs lain dan membutuhkan beberapa langkah untuk dapat membeli produk yang diinginkan.  

Begitu juga pada Facebook Marketplace yang hampir sama dengan Instagram Shopping, dimana pembeli akan diarahkan terlebih dahulu pada section pengiriman pesan kepada pelaku bisnis untuk mengatur pembelian atau menanyakan detail ketersediaan barang. Kemudian pembeli akan dialihkan menuju situs website lain sehingga membutuhkan beberapa langkah untuk melakukan pembelian dan pembayaran. 

 

4. Sinkronisasi dengan Media Lain

Ketahui Perbedaan TikTok Shop, IG Shop, dan Fb Marketplace

 

Hal keempat yang membedakan antara TikTok shop, Instagram Shopping dan Facebook Marketplace adalah sinkronisasi dengan media lainnya. Pada TikTok Shop tidak memiliki sinkronisasi dengan media lain, sehingga Anda harus membuat video iklan atau video berbeda untuk menjangkau audiens di media yang lain.  

Berbeda dengan Instagram dan Facebook yang berada dibawah naungan yang sama yaitu Facebook itu sendiri, maka kedua media sosial tersebut saling bertaut atau saling bersinkronisasi. Sehingga ketika Anda memsarakan produk melalui Instagram shopping Anda juga akan dimudahkan dalam menjangkau pengguna Facebook, begitu juga sebaliknya. 

 

Mana yang Lebih Baik Untuk Bisnis Anda?

Setelah membaca beberapa perbedaan mengenai TikTok shop, Instagram shop, hingga Facebook Marketplace, manakah yang menurut Anda lebih baik?  Jawabannya terletak pada siapa yang akan menjadi target pelanggan dari bisnis Anda. Jika target pasar Anda memiliki karakteristik yang lebih banyak menggunakan TikTok, maka TikTok shop akan lebih efektif untuk Anda gunakan dibanding dengan Instagram shop maupun Facebook marketplace. Begitu juga sebaliknya. Namun Anda tidak perlu khawatir, karena Anda tetap bisa menggunakan ketiga fitur shop tersebut terutama untuk dapat memperluas jangkauan pasar dan memaksimalkan penjualan bisnis Anda. 

 

Nah itulah beberapa perbedaan dari TikTok shop (simak cara mengaktifkan TikTok shop) , Instagram shop, hingga Facebook Marketplace yang telah Sosiakids jelaskan diatas. Agar strategi bisni Anda lebih efektif, Anda dapat menggunakan berbagai strategi social media marketing yang akan dibantu oleh ahli yaitu Sosiakita.    

Sosiakita merupakan jasa digital marketing Surabaya yang mempunyai berbagi layanan, mulai dari pembuatan website, pengembangan web, pemasaran digital, hingga pembuatan konten-konten menarik untuk website dan sosial media marketing Anda. Dengan pengalaman yang kami miliki serta team yang ahli dan profesional, kami akan mampu mengembangkan bisnis dan perusahaan Anda dalam menjangkau pasar yang lebih luas. Berminat untuk bergabung? Segera hubungi kami sekarang atau kunjungi halam resmi kami di sini  atau temukan kami di LinkedIn, Facebook, dan Instagram untuk mengetahui informasi terupdate kami.   

Mengenal 10 Istilah Penting dalam Google Analytics

Mengenal 10 Istilah Penting dalam Google Analytics

Sebagai seorang digital marketer atau website developer, tentunya penting untuk Anda dalam mengetahui performa statistik dari sebuah situs website. Sehingga dapat membantu Anda dalam melakukan optimasi pada situs website tersebut dan membuat website Anda banyak dikunjungi oleh audiens. Dalam melakukan report untuk mengetahui performa statistik suatu website Anda dapat menggunakan layanan statistik gratis dari Google, yaitu Google Analytics. Namun untuk dapat membaca data-data yang disajikan oleh Google Analytics Anda perlu memahami istilah-istilah penting dalam Google Analytics.  Nah, untuk itu Anda dapat menyimak 10 istilah penting dalam Google Analytic secara lengkap berikut ini, agar lebih mudah dalam menggunakan Google Analytics.

1. Metrik dan Dimensi

Salah satu istilah Google Analytics pertama yang perlu Anda ketahui yaitu metrik dan dimensi. Pada dasarnya terdapat dua tipe data pada Google Analytics yaitu dimensions dan metrics. Setiap report dalam Google Analytics akan mengandung dua tipe data ini, umumnya dalam bentuk tabel.

Istilah dimensions memiliki pengertian yaitu atribut dari setiap aktivitas visitor yang terekam di dalam situs website Anda. Misalnya, ada seorang wanita di Surabaya berumur sekitar 25-35 tahun yang mengunjungi situs website Anda setelah mengklik salah satu hasil pencarian di search engine atau Google.  Sedangkan istilah metrics adalah sebuah ukuran dalam bentuk angka yang digunakan untuk mengukur salah satu karakter dalam sebuah dimensions.

2. Predefined dimensions

Salah satu istilah google analytic yang perlu Anda ketahui yaitu predefined dimensions. Bagi para digital marketing atau website developer mungkin sudah tidak asing lagi dengan beberapa dimensions standar yang ada pada Google analytics, seperti halnya device, browser, country dan lain sebagainya. Semua dimensions standar yang ada pada Google Analytics disebut dengan Predefined dimensions yang sudah tersedia dan siap untuk Anda gunakan tanpa perlu adanya pengaturan lagi.

 

3. Acquisition Overview

Acquisition overview adalah salah satu istilah Google Analytic yang  perlu untuk Anda ketahui selain metrik, dimension, dan lainnya. Istilah acquisition overview dapat Anda gunakan untuk melihat situs website Anda diakses oleh pengunjung atau visitor dari mana saja. Beberapa cara yang dilalui oleh visitor ketika mereka mengunjungi situs Anda yaitu referral, direct, organic search, hingga social.

Pada jumlah organic search menunjukkan jumlah visitor yang mengunjungi situs Anda melalui pencarian organik atau mesin pencarian. Adapun jumlah yang ada pada direct menunjukkan jumlah visitor yang mengunjungi situs Anda dengan mengetikkan alamat website Anda langsung. Sedangkan jumlah pada social menunjukkan jumlah pengunjung yang mengunjungi website Anda melalui link pada media sosial. Untuk jumlah pada referal menunjukkan jumlah pengunjung yang berasal dari blog maupun media lainnya.

 

Baca Juga: Tips Mudah Membaca Laporan Google Analytics untuk Pemula

4. Behavior Overview Report

Istilah Google Analytic lain yang perlu Anda ketahui yaitu behavior overview report. Pada behavior overview report ini akan memungkinkan Anda dalam melihat metrik page view. Dimana hasil statistiknya dapat Anda lihat pada halaman dimana pengunjung atau audiens melakukan kunjungan. Sehingga dengan behavior overview report ini Anda dapat mengetahui halaman mana saja yang dianggap menarik oleh para pembaca saat mengunjungi website Anda.

5. Behavior Flow Report

Selain behavior overview report, istilah google analytic lain yang perlu untuk Anda ketahui yaitu behavior flow report. Istilah yang satu ini digunakan untuk menunjukkan alur visitor pada website Anda, sehingga Anda dapat mengetahui bagaimana para visitor mencapai dan mengeksplorasi website Anda. Apakah terdapat konten yang menarik visitor sehingga membawa mereka menuju website Anda. Adapun beberapa tanda yang menunjukkan alur yang dilalui oleh visitor yaitu pada kotak berwarna hijau dan biru untuk melihat alur yang di eksplor di website. Kemudian drop off berwarna merah untuk mengetahui visitor yang meninggalkan halaman Anda sepenuhnya, dan yang terakhir sambungan kotak untuk melihat alur serta volume halam satu ke halaman lainnya.

6. Traffic Gadget Visitor

Istilah pada Google Analytic lainnya yang perlu Anda ketahui yaitu traffic gadget visitor. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan laporan mengenai beberapa pengunjung yang mengunjungi website Anda, baik melalui tablet, handphone, atau desktop. Laporan ini dapat memungkinkan Anda dalam melihat perbandingan yang muncul sesuai dengan gadget yang digunakan oleh visitor.

 

7. Bounce Rate

Istilah Google Analytic yang sering kali muncul dan perlu untuk Anda ketahui yaitu bounce rate. Istilah bounce rate memiliki pengertian yaitu presentasi pengunjung ketika mereka meninggalkan halaman website Anda dihitung setelah membuka satu halaman saja. Contohnya ketika pengunjung atau visitor sedang membuka website Anda, namun mereka hanya melihat halaman utamanya saja tanpa melihat atau membuka halaman lainnya, kemudian meninggalkan atau menutup situs tersebut. Jika hal tersebut terus terjadi, maka persentase bounce rate website Anda akan semakin tinggi. Sehingga website Anda dapat dikatakan kurang bagus dan tidak cukup menarik. Namun sebaliknya jika persentase bounce rate Anda rendah, maka website Anda dapat dikatakan baik atau bagus.

8. Pageviews

Pageviews merupakan salah satu istilah dalam Google Analytic yang penting juga untuk Anda ketahui. Istilah pageviews memiliki pengertian yaitu total halaman yang telah dilihat oleh para pengunjung atau visitor yang mengunjungi situs website Anda. Jika pengunjung membuka halaman yang sama secara bersamaan dan berulang kali, maka Google Analytics akan tetap menghitungnya sebagai pageviews.

9. Session

Istilah Google Analytics lainnya yang perlu Anda ketahui yaitu session. Istilah session memiliki pengertian sebagai interaksi antara user dengan halaman website dalam jangka waktu tertentu, atau bisa Anda artikan sebagai jumlah visitor yang mengunjungi website Anda.  Biasanya setiap 1 pengunjung atau visitor yang mengunjungi situs website Anda akan dihitung sebagai 1 sessions. Namun, apabila visitor tidak melakukan aktivitas apapun pada situs website selama kurang lebih 30 menit, kemudian mengakses kembali website tersebut maka akan dihitung menjadi 2 sessions.

 

10. Organizations

Istilah Google Analytics lainnya yang perlu Anda ketahui yaitu organizations. Istilah organizations memiliki pengertian sebagai pengelompokkan dari beberapa produk dan metrik yang diukur dalam satu folder. Organizations memungkinkan Anda untuk menggunakan beberapa layanan Google seperti Tags manager, optimize, dan Analytics. Tidak hanya itu Anda juga dapat mengatur akses data,user, dan integrasi antar produk.

 

Itulah beberapa istilah pada Google Analytics yang penting untuk Anda ketahui agar memudahkan Anda dalam membaca data saat menggunakan Google Analytics. Jika Anda mengalami kesulitan dalam membaca atau menggunakan Google Analytics untuk website Anda, tidak perlu khawatir, karena Anda bisa menyerahkan semuanya pada ahlinya yaitu Sosiakita.

Sosiakita merupakan salah satu jasa digital marketing Surabaya yang mempunyai berbagi layanan, mulai dari pembuatan website, pengembangan web, pemasaran digital, hingga pembuatan konten-konten menarik untuk website dan sosial media Anda. Dengan pengalaman yang kami miliki serta team yang ahli dan profesional, kami akan mampu mengembangkan bisnis dan perusahaan Anda. Berminat untuk bergabung? Segera hubungi kami sekarang atau kunjungi halam resmi kami di sini  atau temukan kami di LinkedIn, Facebook, dan Instagram untuk mengetahui informasi terupdate kami.

 

Tips Mudah Membaca Laporan Google Analytics untuk Pemula

Tips Mudah Membaca Laporan Google Analytics untuk Pemula

Google Analytics adalah tools gratis dari Google yang memungkinkan seseorang untuk menganalisis statistik pengunjung suatu halaman website. Jika Anda memiliki sebuah situs website baik untuk personal branding, bisnis, maupun perusahaan, Google Analytics dapat Anda manfaatkan untuk mengukur statistik pengunjung web tersebut. Meskipun demikian, tidak jarang para pemula yang masih kesulitan dalam menggunakan Google Analytics maupun membaca data yang ada di tools ini. Oleh karena itu, pada artikel ini Sosiakids akan memberikan panduan mengenai bagaimana cara membaca Google Analytics yang baik dan benar. 

Sehingga Anda dapat dengan mudah mendapatkan informasi mengenai data traffic website, performa situs mulai dari demografi pengunjung, konten populer, sumber trafik, dan lain sebagainya dari website Anda dari tools Google Analytics ini. Dimana semua data tersebut dapat Anda jadikan bahan evaluasi baik untuk konten maupun situs web. Misalnya, Anda dapat memutuskan konten apa saja yang perlu ditulis ulang atau dioptimasi, karena banyak disukai oleh audiens atau visitor. Selain itu plugin apa saja yang perlu ditambahkan serta aspek teknis mana saja yang perlu diperbaiki dan konten atau produk apa yang menarik visitor. 

 

Pertanyaan yang Dapat Dijawab Menggunakan Google Analytics

Sebelum Anda mengetahui cara membaca data yang disajikan oleh Google Analytics, Anda perlu mengetahui contoh pertanyaan yang dapat dijawab oleh Google Analytics berikut ini:

  • Bagaimana pengunjung menemukan website Anda?
  • Seberapa cepat loading atau akses dari website Anda?
  • Bagaimana cara mengetahui pengunjung website atau blog Anda?
  • Apa yang sedang terjadi pada website atau blog Anda saat ini?
  • Bagaimana pengunjung dapat menemukan website Anda? 
  • Postingan atau artikel apa saya yang disukai oleh pengunjung website Anda?

 

Jenis Data Google Analytics 

Pada penjelasan kali ini, Sosiakids menjelaskan pada Anda mengenai bagaimana cara membaca Google Analytics, dimana setidaknya ada enam jenis data Google Analytics yang perlu Anda ketahui, antara lain:

  • Realtime
  • Demografi pengunjung
  • Perilaku pengunjung
  • Jumlah trafik
  • Sumber trafik
  • Kecepatan website

 

Baca Juga: 7 Tips Meningkatkan Traffic Website Agar Tidak Bounce Rate

 

Istilah Penting dalam Google Analytics

Beberapa istilah yang ada pada Google Analytics dan penting untuk Anda ketahui adalah sebagai berikut: 

  • Organizations, yaitu pengelompokkan beberapa produk dan metrik yang diukur dalam satu folder. Dengan organization Anda akan dapat menggunakan beberapa layanan Google sekaligus seperti Optimize, Tags Manager, dan Analytics. Selain itu Anda juga dapat mengatur akses data, user, dan integrasi antar produk. 
  • Users/Visitors, yaitu visitor atau pengunjung yang pernah mengunjungi halaman website Anda
  • Properties, adalah istilah untuk objek yang matriksnya dipantau oleh Analytics. Adapun objek yang dimaksud  yaitu berupa website, device atau aplikasi ponsel. Dimana nantinya, Analytics akan mengeluarkan tracking ID khusus pada setiap properti yang dipantau.
  • Views, adalah istilah untuk data spesifik yang Anda inginkan dalam sebuah properti. Contohnya view traffic website, traffic AdWords, traffic subdomain, dan seterusnya.
  • Sessions, merupakan interaksi antara user dengan halaman website dalam jangka waktu tertentu. Biasanya Google Analytics menghitung interaksi sampai user tidak aktif yaitu selama 30 menit.  
  • Page Sessions, yaitu jumlah halaman yang terbuka dalam setiap  kunjungan. 
  • Page Views, merupakan total halaman yang dilihat oleh visitors.
  • Bounce Rate, adalah persentase visitor ketika meninggalkan halaman website Anda setelah membuka 1 halaman saja. Misalnya ketika visitor membuka website Anda namun hanya melihat halaman utama tanpa melihat halaman lainnya. Jika hal ini sering terjadi, persentase bounce rate akan semakin tinggi. Jika persentase bounce rate website Anda kecil maka bisa dibilang halaman website baik atau bagus Anda.
  • Avg. Sessions Durations, yaitu berisi informasi mengenai lamanya waktu yang digunakan visitor ketika mengunjungi website Anda. 
  • %New Sessions, merupakan persentase pengunjung baru di halaman website Anda.    

 

Baca Juga: 5 Cara Menurunkan Bounce Rate pada Website

 

Jenis Report yang Ada di Dalam Google Analytics

Tidak hanya beberapa informasi di atas, Google Analytics juga memberikan beberapa informasi penting lain mengenai website Anda. Nah, untuk mengetahui cara membaca Google Analytics Anda perlu mengetahui beberapa tipe-tipe informasi yang dapat Anda dapatkan di Google Analytics Report berikut ini:    

 

1. Audience Report

Dari report ini, akan memungkinkan Anda dalam mendapatkan informasi mengenai visitor atau user dari website Anda. Adapun report yang Anda dapatkan tersebut berisi informasi terperinci mulai dari lokasi, minat, demografi, hingga bahasa yang digunakan oleh visitor. Tidak hanya itu, Anda juga dapat mengetahui seberapa sering visitors tersebut mengunjungi website Anda dan mengetahui jenis teknologi apa yang digunakan untuk mengakses halaman website Anda. 

 

2. Acquisition Reports

Dari report acquisition atau akuisisi ini akan memberikan faktor-faktor apa saja yang mendorong dan memutuskan  seorang visitor mengakses halaman website Anda. Hasil dari laporan ini tentu dapat Anda manfaatkan untuk meningkatkan performa blog Anda. 

 

3. Behavior Reports

Apakah Anda ingin mengetahui jumlah pageview atau ingin mengetahui konten apa saja yang paling banyak dilihat dan mendatangkan traffic website Anda dalam kurun waktu tertentu? Jika iya, maka Anda bisa melihat behavior report. Laporan ini memberikan informasi mengenai konten yang banyak disukai oleh para visitor di website Anda. Pada laporan ini juga akan memberikan informasi mengenai seberapa cepat waktu yang dibutuhkan oleh visitor saat mengakses bebasan halaman website Anda.  

 

4. Conversions

Apakah sebelumnya Anda telah menentukan target di dalam Google Analytics? Jika benar, maka Anda dapat melihat jumlah konversi yang telah Anda terima pada Conversions. 

 

Pada umumnya itulah beberapa cara membaca Google Analytics yang dapat Anda ketahui sebagai seorang pemula. Jika Anda masih mengalami kesulitan, Anda tidak perlu memaksakan diri karena Anda bisa menyerahkan report bulanan atau mingguan website Anda pada ahlinya yaitu Sosiakita

 

Sosiakita merupakan salah satu jasa digital marketing Surabaya yang mempunyai berbagi layanan, mulai dari pembuatan website, pengembangan web, pemasaran digital, hingga pembuatan konten-konten menarik untuk website dan sosial media. Dengan pengalaman yang kami miliki serta team yang ahli dan profesional, kami akan mampu mengembangkan bisnis dan perusahaan Anda. Berminat untuk bergabung? Segera hubungi kami sekarang atau kunjungi halam resmi kami di sini  atau temukan kami di LinkedIn, Facebook, dan Instagram untuk mengetahui informasi terupdate kami.    

10 SEO Tools Gratis Permudah Riset Keyword

10 SEO Tools Gratis Permudah Riset Keyword

Pada dasarnya sebuah website tidak hanya mengandung konten-konten yang menarik saja, tetapi juga mengandung kata kunci tertentu yang relate dengan suatu produk atau bisnis. Hal ini bertujuan agar calon customer dapat mudah menemukan website maupun bisnis Anda ketika mereka mencari di mesin pencarian atau Google. Kata kunci memiliki pesan yang penting terlebih dalam menyebarkan informasi mengenai bisnis. Jika website bisnis Anda mengandung keyword yang paling banyak dicari oleh para pengguna Google, maka bukan hal yang sulit untuk website Anda naik menjadi first suggestion page atau muncul di halaman pertama Google search. Itulah alasan mengapa melakukan riset kata kunci sangat penting. 

Untungnya saat ini sudah banyak sekali tools keyword gratis yang bisa Anda gunakan untuk melakukan riset secara lebih efektif. Keyword Tools ini tentu sangatlah penting karena pemilihan keyword yang tepat menjadi salah satu langkah dasar dalam SEO atau Search Engine Optimization. Dengan bantuan tools keyword gratis ini Anda akan dengan mudah menemukan kata kunci yang relevan dan tepat sesuai dengan kebutuhan pembaca. Beberapa tools kata kunci gratis yang bisa Anda gunakan yaitu sebagai berikut.

 

Macam-Macam SEOTools Gratis untuk Mempermudah Riset Keyword

Pada dasarnya keyword tools yang baik yaitu harus dapat membantu upaya SEO atau Search Engine Optimization Anda, terutama untuk meningkatkan kualitas SEO On Page atau konten Anda. Nah, berikut ini merupakan 10 rekomendasi tools keyword gratis yang dapat Anda gunakan.

 

1. Google Trends

Wajib Tahu! 10 Tools Gratis Permudah Riset Keyword

 

Tools riset keyword gratis yang pertama yaitu Google Trends. Mungkin tidak sedikit yang sudah sangat familiar dengan tools besutan Google satu ini. Karena Google Trends termasuk dalam salah satu tools keyword populer yang sering digunakan oleh para blogger, marketer atau lain sebagainya. Disamping toolsnya yang populer, Google trends juga sangat mumpuni untuk melakukan riset kata kunci. Tidak hanya itu penggunaan Google trends dalam melakukan riset kata kunci juga sangat mudah serta dapat Anda gunakan secara gratis. 

Google trends ini memungkinkan Anda untuk mengetahui trend pencarian pada real time Google di waktu tertentu, sehingga Anda bisa mendapatkan keyword terbaik untuk konten Anda. Adapun kelebihan lain dari Google trends yang bisa Anda gunakan antara lain:

  • Dapat menampilkan daftar topik yang sedang hangat
  • Menyediakan filter pencarian berdasarkan wilayah
  • Dapat menampilkan perkembangan topik tertentu dari tahun ke tahun   
  • Menyediakan fitur dan navigasi yang sangat mudah untuk digunakan
  • Menampilkan data kata kunci yang relevan dengan topik
  • Menyediakan fitur yang dapat membandingkan beberapa kata kunci sekaligus, misalnya kata kunci “hijab syar’i” dengan “kerudung syar’i” 
  • Dapat menampilkan data keyword dari website, Google News, Google Image, Google Shopping, hingga YouTube.

Dengan berbagai keunggulan yang disediakan Google Trends seperti yang sudah disebutkan diatas, Anda dapat mengukur keyword mana yang tingkat perceraiannya tinggi di wilayah tertentu dan di tahun tertentu. Sehingga Anda dapat menentukan keyword yang paling cocok dengan kebutuhan Anda. 

 

2. Google Search

Wajib Tahu! 10 Tools Gratis Permudah Riset Keyword

 

Tools riset keyword gratis yang kedua yaitu Google Search. Selain Google Trends tools besutan Google yang dapat Anda gunakan untuk melakukan riset kata kunci lainnya yaitu Google Search. Meskipun Google Trends dikenal karena penggunaannya yang mudah dan sederhana, namun ada yang lebih sederhana dan mudah untuk digunakan, yaitu Google Search. Mengapa demikian?

Hal ini karena Google search mampu memberikan rekomendasi kata kunci terkait pencarian Anda secara instan dan cepat. Anda dapat membuktikannya dengan mengetikkan kata kunci “digital agensi Indonesia” pada Google Search. Maka akan muncul dropdown dari beberapa kata kunci turunan yang ditampilkan  dan direkomendasikan oleh Google search, seperti halnya berikut ini:

Dengan adanya rekomendasi kata kunci turunan atau long tail keyword seperti pada gambar diatas Anda menjadi tahu informasi apa saja yang sedang banyak dicari dan dibutuhkan oleh banyak orang khususnya pengguna Google mengenai topik tersebut. Dari hasil rekomendasi kata kunci itulah yang kemudian dapat Anda jadikan ide konten.

Adapun tips yang bisa Anda terapkan dalam melakukan pencarian di Google search yaitu, Anda perlu melakukan pencarian dalam mode incognito atau guest widow. Hal ini memiliki tujuan agar hasil pencarian Anda tetap akurat tanpa dipengaruhi oleh riwayat pencarian Anda terdahulu atau sebelumnya.  

 

3. Google Search Console

Wajib Tahu! 10 Tools Gratis Permudah Riset Keyword

 

Tools riset keyword gratis yang ketiga yaitu Google Search Console. Masih dengan tools besutan Google, Google Console juga menjadi salah satu tools terbaik untuk riset kata kunci yang berguna dalam meningkatkan SEO website Anda. Dengan menggunakan Google Search Console ini Anda dapat dengan mudah melakukan riset keyword serta dapat melihat berbagai data sebagai berikut ini: 

  • Anda dapat melihat peringkat website untuk kata kunci tertentu
  • Anda juga dapat melihat penayangan website untuk kata kunci tertentu
  • Persentase penayangan dan jumlah klik
  • Jumlah klik ke website untuk kata kunci tertentu

Meskipun Google Search Console tidak memperlihatkan data tentang search volume dan keyword difficulty seperti pada beberapa tools lain, namun data yang ditampilkan adalah data dari pengguna Google. Sehingga informasi yang Anda dapatkan dari Google Search Console sudah tidak perlu diragukan lagi akurasinya. 

Dengan menggunakan Google Search Console Anda akan mengetahui berbagai kata kunci dimana website Anda muncul di halaman pencarian, serta jumlah klik, penayangan hingga rata-rata peringkatnya. Sehingga Anda dapat menentukan kata kunci apa yang seharusnya Anda gunakan. 

Selain sebagai tools riset keyword, Google Search Console juga menyediakan berbagai fitur lain seperti URL Inspection yang biasanya digunaan untuk melihat indeks URL suatu website, kemudian Mobile Usability, Core Web Virals, dan lain sebagainya. Untuk itu Google Search Console sangat baik untuk Anda pelajari ketika ANda berencana untuk membuat website sendiri.

 

Baca Juga: Inilah 5 Tips Membuat Judul Artikel SEO yang Efektif

 

4. Google Keyword Planner

Wajib Tahu! 10 Tools Gratis Permudah Riset Keyword

 

Tools riset keyword gratis yang keempat yaitu Google Keyword Planner. Google Keyword Planner pada dasarnya adalah bagian dari platform iklan yang dimiliki oleh Google yaitu pada Google Ads. Google Keyword Planner ini merupakan layanan untuk mencari serta melakukan analisis mengenai keyword tertentu yang akan dibidik untuk suatu iklan maupun ranah organik dengan tujuan SEO. Sama seperti tools keyword besutan Google lainnya, Google Keyword Planner ini dapat membantu Anda dalam mendapatkan kata kunci yang akurat berkat data dari Google. Dimana, Google menjadi salah satu search engine terbesar yang digunakan oleh banyak orang saat ini. Bedanya, tools ini juga dapat mencari kata kunci untuk iklan dan mendukung conversion rate, karena masih bagian dari layanan Google Ads.

Google Keyword Planner memiliki dua fitur utama yaitu Discover New Keyword dan Get Search Volume and Forecast. Dimana, Discover New Keyword ini dapat  memungkinkan Anda mencari hingga 10 kata kunci yang berhubungan sekaligus.  atau memungkinkan Anda dalam mencari kata kunci yang relevan dengan domain atau website yang Anda miliki. Tidak hanya itu, Anda juga dapat mengetahui tingkat pencarian kata kunci tertentu serta persaingannya untuk dapat menjadi nomor pertama di mesin pencarian.  Adapun untuk fitur Get Search Volume and Forecast, Anda akan dimudahkan dalam mencari informasi spesifik mengenai paid search dan performa dari kata kunci tertentu.

Hingga saat ini, Google Keyword Planner ini menjadi favorit banyak orang untuk mencari keyword atau kata kunci yang tepat karena database keywordnya yangs elalu updat, dan sudah disertai dengan angka persaingan di search engine

 

5. Ubersuggest

Wajib Tahu! 10 Tools Gratis Permudah Riset Keyword

 

Tools riset keyword gratis yang kelima yaitu Ubersuggest. Banyak orang yang mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama  Ubersuggest tool ini, terlebih para blogger, marketer, maupun yang berkecimpung di dunia SEO. Tool yang satu ini memiliki fitur unggulan untuk melakukan riset keyword yaitu Keyword Analyzer. Keyword Analyzer sendiri memiliki empat fitur utama yang dapat membantu menemukan keyword yang relevan, yaitu:

  • Keyword Ideas
  • Keyword List
  • Keyword Overview
  • Content Ideas

Adapun cara untuk menggunakan Ubersuggest tidaklah sulit, Anda cukup mengetikkan kata kunci yang akan Anda bidik kemudian klik pada bagian setting filter lokasi. Selanjutnya Anda akan diarahkan menuju halaman Keyword Overview yang menampilkan data-data sebagai berikut:    

  • Search volume atau jumlah pencarian keyword tertentu dalam sebulan
  • Tingkat kesulitan atau kompetisi SEO pada keyword incaran Anda
  • Estimasi kompetisi paid search
  • Jumlah klik keyword dari hasil SEO
  • Hingga rata-rata umur pencari keyword
  • Rata-rata Cost-Per-Click atau CPC
  • Statistik data historis perkembangan kata kunci dalam kurun satu tahun
  • Perbandingan hasil pencarian dari desktop dan mobile

Kemudian pada halaman bawah akan akan menemukan Keyword Ideas, yang menampilkan daftar kata kunci yang relevan dengan kata kunci pencarian Anda. Tidak hanya itu, informasi tersebut sudah dilengkapi dengan CPC, volume pencarian, SEO difficulty dan paid. Dengan berbagai informasi dari data-data tersebut, Anda dapat mengukur performa pencarian kata kunci, apa saja kata kunci alternatif untuk mendapatkan peringkat teratas, serta mengetahui siapa saja website pesaing Anda.

 

6. Ahrefs Free Keyword Generator

Wajib Tahu! 10 Tools Gratis Permudah Riset Keyword

 

Tools riset keyword gratis yang keenam yaitu Ahrefs Free Keyword Generator. Tools yang satu ini pada dasarnya adalah tool SEO lengkap yang menawarkan fitur premium. Namun Ahrefs juga memiliki Free Keyword Generator untuk melakukan riset kata kunci secara gratis. Sebagai salah satu keyword tool gratis pada umumnya, Ahrefs dapat memungkinkan Anda untuk mencari keyword yang relevan, mengidentifikasi long tail keyword, menganalisis kompetitor, hingga melihat metrik performa SEO dari kata kunci tertentu.

Namun jika Anda menggunakan Ahrefs dalam vers gratis, informasi yang ditampilkan masih sangat terbatas. Ahrefs hanya akan menunjukkan 100 keyword yang relevan, serta volume pencarian, tingkat kesulitan keyword, dan terakhir keyword di update.

Sedangkan jika Anda menggunakan Ahrefs Pro atau versi berbayar, akan ditampilkan hasil riset yang lebih lengkap, serta Anda dapat menggunakan berbagai fitur lain seperti:

  • Matching terms – Dapat menampilkan ide kata kunci yang berisi keyword Anda
  • Related terms – Dapat mencocokkan kata kunci yang berhubungan
  • Search suggestions – Dapat mengetahui laporan saran keyword di kata kunci incaran
  • Untuk dapat mengakses data lengkapnya, Anda perlu melakukan berlangganan  dengan mengeluarkan biaya mulai dari USD 99 hingga USD 999.

 

Baca Juga: Inilah 5 Alasan Mengapa SEO Website Penting

 

7. Keywordtool.io

Wajib Tahu! 10 Tools Gratis Permudah Riset Keyword

 

Tools riset keyword gratis yang ketujuh yaitu Keywordtool.io. Tool yang satu ini juga menjadi salah satu layanan yang banyak digunakan oleh para blogger dan marketer untuk mencari kata kunci atau keyword.  Anda tidak perlu khawatir dengan kemampuan dari tool ini, sebab data yang ditampilkan merupakan hasil resource dari Google. Sehingga Anda tidak perlu heran jika Keywordtool.io dapat menyediakan hasil long tail keyword yang cukup relevan dan lengkap dengan pencarian Anda, bahkan tidak terlihat oleh tool lain seperti Google Keyword Planner.

Dengan beberapa alasan itulah, keywordtool.io ini dipercaya oleh banyak instansi besar seperti Philips, Harvard University, Uber, dan lain sebagainya. Selain itu hasil riset yang ditampilkan oleh keywordtool.io tidak hanya dari pencarian Google saja loh. Namun juga dari platform lain seperti Play Store, Amazon, eBay, Bing, Youtube, Twitter, dan Instagram. Format konten yang dapat Anda cek pun juga sangat beragam, yaitu konten berita, video, gambar, serta website. Anda juga dapat menggunakan filter lokasi yang diinginkan agar hasil riset lebih spesifik. Beberapa data yang ditampilkan pada Keywordtool.io antara lain:

  • Hasil riset long tail Keyword yang relevan 
  • Trend atau statistik pencarian kata kunci
  • Search volume pencarian kata kunci
  • CPC (Cost Per Click) atau estimasi biaya iklan di Google Ads
  • Skor kompetisi atau tingkat kesulitan menang di peringkat teratas   

Berbagai informasi utama seperti tingkat kesulitan dan volume tersebut tentu dapat membantu Anda dalam membuat konten yang baik dan cocok dengan kata kunci yang dibidik. Dengan Keywordtool.io ini, Anda akan mendapatkan hingga 750+ long tail keyword untuk setiap kata kunci dengan informasi singkat yang Anda ketikkan. 

Jika Anda ingin  menggunakan fitur unggulan lainnya seperti data CPC, search volume, hingga analisis kompetitor terdapat opsi berbayar yang bisa Anda dapatkan mulai dari USD 69 hingga USD 159 untuk setiap bulannya. 

 

8. WordStream

 

Tools riset keyword gratis yang kedelapan yaitu WordStream. Tools yang satu ini sangat cocok untuk Anda gunakan untuk melakukan riset kata kunci terutama untuk kebutuhan Ads atau iklan. Salah satu keunggulan dari tool ini yaitu penggunaannya yang sangat mudah, yang bisa Anda lakukan dengan hanya 3 langkah saja:

  1. Melakukan analisis keyword atau kata kunci tertentu sesuai kebutuhan
  2. Mengunggah atau mengupload daftar keyword ke Google Ads
  3. Pada bagian kolom pencarian utama, Anda dapat mencari kata kunci maupun URL yang sudah dilengkapi dengan filter industri domain maupun lokasi.

Misalnya, ketika Anda memasukkan URL bisnis Anda, maka akan muncul hasil riset yang spesifik dengan menampilkan hingga 500 kata kunci yang relevan. Nah cara ini dapat Anda gunakan untuk mengetahui keyword apa saja yang digunakan kompetitor. Anda tinggal memasukkan URL bisnis pesaing Anda, kemudian Anda akan mendapatkan hasil kata kunci yang potensial. Sama seperti Google Keyword Planner, tool ini juga dapat menampilkan informasi mengenai paid search, volume pencarian, level kompetisi keyword, hingga estimasi CPC. 

 

9. SEMrush Keyword Tools

 

Tools riset keyword gratis yang kesembilan yaitu SEMrush Keyword Tools.  Tools yang satu ini termasuk pemain lama dalam dunia tools SEO, selain itu juga memiliki beberapa fitur yang dapat menunjang riset kata kunci Anda. Salah satu fitur utama SEMrush yaitu Keyword Magic Tool. Adapun cara penggunaanya Anda cukup mengetikkan keyword yang diinginkan serta setting filter lokasi sesuai keinginan. Kemudian data hasil riset akan ditampilkan dalam bentuk tabel yang berisikan beberapa data sebagai berikut: 

  • Trend kata kunci
  • Volume pencarian
  • Estimasi CPC dalam USD
  • Keyword difficulty
  • Fitur SERP, seperti knowledge, site links, snippet, reviews, video carousel, dan lainnya
  • Perkiraan kompetisi PPC
  • Jumlah URL dengan keyword tersebut

Jika Anda ingin memfilter keyword yang lebih spesifik, Anda bisa menggunakan kata kunci lanjutan atau advance filters, yang meliputi kompetisi, fitur SERP, word count, hingga hasil SERP. Dengan begitu Anda akan dapat melihat konten kompetitor dengan menggunakan kata kunci yang sama sehingga Anda dapat membuat konten yang jauh lebih baik dari kompetitor Anda. Pada dasarnya Anda cukup terbantu dalam melakukan riset dengan SEMrush gratis, namun jika anda kurang puas dan menginginkan yang lebih. Anda juga dapat berlangganan paket SEMrush berbayar dengan mengeluarkan biaya mulai dari USD 119.95 hingga USD 449.95 per bulannya   

 

10. Wordtracker

 

Tools riset keyword gratis yang kesepuluh yaitu Wordtracker. Mungkin masih banyak yang asing dengan tools satu ini, namun bagi beberapa orang khususnya para marketer tools ini menjadi salah satu tools riset kata kunci yang sering digunakan. Berbeda dengan tools lainnya, Wordtracker ini adalah ekstensi yang dimiliki oleh Chrome, sehingga memiliki fitur yang berbeda pula. Untuk dapat menggunakannya Anda perlu menginstal tools ini pada ekstensi Chrome Anda. Beberapa fitur utama yang dapat Anda manfaatkan dari tools ini Anda lain:

  • Kemampuannya dalam menganalisis apa yang dilakukan oleh para pesaing Anda
  • Dapat mengakses ke metrik kinerja kata kunci tingkat tinggi 
  • Sangat mudah digunakan dan dimengerti

Tools yang satu ini tidak hanya sebagai alat untuk melakukan riset kata kunci yang tepat, namun juga dapat Anda gunakan untuk menganalisis pesaing dengan cara mengalahkannya melalui kata kunci yang akan Anda bidik. Sehingga Anda dapat mencapai posisi yang sama atau malah lebih baik dari pesaing Anda di mesin pencarian.

  

Jika Anda mengalami masalah atau kesulitan dalam menggunakan tools keyword website atau Anda berencana untuk membuat website profesional untuk bisnis, segera hubungi ahlinya sekarang juga, yaitu Sosiakita. Sosiakita merupakan jasa digital marketing Surabaya yang memiliki kredibilitas tinggi sehingga mampu membantu Anda dalam merencanakan website bisnis dengan desain terbaik dan profesional, serta konten-konten yang telah dioptimasi dengan keyword yang relevan dan tepat sesuai bisnis Anda. Jadi tunggu apalagi? Dapatkan informasi lebih lengkap dengan mengisi formulir disini atau langsung menghubungi pihak kami disini! Anda juga dapat mengunjungi instagram kami disini untuk mendapatkan update terbaru mengenai informasi menarik seputar dunia digital marketing dan website. Pastikan Anda tidak salah menemukan webmaster agar situs website Anda tidak mengalami masalah atau kendala apapun ya

Perbandingan Divi vs Elementor, Mana yang Paling Bagus untuk Website?

Perbandingan Divi vs Elementor, Mana yang Paling Bagus untuk Website?

Pernahkan Anda mendengar istilah Divi Builder dan Elementor? Bagi para blogger maupun web developer mungkin sudah tidak asing dengan kedua plugin page builder tersebut, karena kemudahannya dalam mengeksekusi layout website, namun tidak sedikit orang yang masih sangat asing. Meskipun keduanya memiliki fungsi yang sama untuk mengeksekusi layout website, namun keduanya memiliki perbedaan yang sangat jelas. Sebelum mengetahui perbedaan dari kedua page builder tersebut, pastikan Anda mengenal terlebih dahulu apa itu Divi Builder dan Elementor.

 

Divi builder adalah sebuah tools tema/theme  pada website berbasis WordPress yang dibuat oleh Elegant themes, yang memiliki fungsi untuk membangun dan mendesain halaman website tanpa codingTheme sendiri merupakan salah satu dari beberapa theme WordPress yang memiliki tool page builder dalam bentuk drag dan drop. Sehingga dapat memudahkan Anda dalam mengkustomisasi tampilan website secara mudah dan sesuai dengan kebutuhan Anda tanpa mengerti tentang coding. 

 

Sedangkan Elementor pro adalah tools sejenis Divi yang memiliki fungsi sama yaitu membangun dan mendesain halaman website secara mudah tanpa harus mengerti tentang coding. Sehingga Anda dapat mengatur tampilan halaman, membuat style footer, header, dan lain sebagainya langsung di website. Namun yang membedakannya adalah fitur-fitur yang ditawarkan, performa, tampilan, harga, template, dan kemudahannya saat digunakan. 

 

Berbicara mengenai kemudahan, sebenarnya poin ini sangatlah relatif, karena baik Divi maupun Elementor memiliki kelebihan masing-masing. Untuk lebih jelasnya lagi silahkan simak ulasan lengkap mengenai perbandingan Divi dan Elementor berikut ini, sehingga Anda bisa memilih mana yang paling bagus untuk website Anda.   

 

Divi vs Elementor: Performa dan SEO

 

Perbandingan Divi dan Elementor yang pertama yaitu bisa dilihat dari performanya. Performa dan SEO menjadi salah satu hal yang penting untuk dijadikan pertimbangan saat Anda akan memilih page builder mana yang lebih baik. Untuk melihat hasil dari performa kedua page builder tersebut, telah dilakukan pengujian tes. Dalam tes ini juga memperhatikan sisi responsif dari masing-masing page builder. Dalam pengujian tes ini menggunakan website yang masih baru dan tanpa melakukan optimasi apapun, serta menggunakan Gtmetrix dan Google Page. Dari beberapa pengujian yang telah dilakukan menghasilkan perbandingan bahwa Elementor lebih unggul dari Divi dalam segi performa.   

 

Divi vs Elementor: Kemudahan dalam Penggunaan

 

Perbandingan Divi dan Elementor yang kedua yaitu bisa dilihat dari kemudahannya saat digunakan. Pada dasarnya kemudahan penggunaan ini sangatlah relatif dan sulit untuk dijelaskan. Meskipun demikian poin ini sangatlah penting untuk disampaikan, karena banyak orang memilih page builder berdasarkan kemudahaan dalam penggunaanya. 

 

Kemudahan penggunaan umumnya tergantung pada  penggunanya sendiri dan juga kebutuhan, karena yang Anda anggap mudah atau sulit belum tentu sama dengan yang dirasakan orang lain. Oleh karena itu, penjelasan pada poin ini bisa Anda jadikan acuan  untuk menentukan menggunakan page builder mana yang paling sesuai dengan Anda dan kebutuhan Anda. Karena baik Divi maupun Elementor merupakan page builder yang ramah dan mudah untuk digunakan.    

 

Divi vs Elementor: Fitur

Perbandingan Divi dan Elementor yang ketiga yaitu bisa dilihat dari fitur-fitur yang diberikan. Meskipun memiliki fungsi yang sama, tentunya kedua page builder tersebut memiliki fitur unik atau layanan yang berbeda-beda.

Divi memiliki berbagai fitur unik dan menarik yang bisa Anda gunakan sepuasnya antara lain sebagai berikut:

  • A/B Testing

    Pada fitur ini memungkinkan Anda untuk mengatur A/B/n testing untuk modul-modul tertentu dari layout pembuat backend, sehingga Anda dapat membandingkan efek modul-modul tersebut, untuk selanjutnya dipilih versi yang paling berhasil.

  • Lock Element

    Pada fitur ini Anda dapat mengunci modul tertentu untuk menghindari perubahan secara tidak sengaja ke modul yang sudah selesai.

  • Copy Modul Style

    Pfitur yang satu ini dapat memungkinkan Anda untuk menyalin gaya.

  • Divi Role Editor

    Pada fitur ini dapat memungkinkan Anda dalam membatasi akses menuju fungsionalitas Divi builder tertentu atau modul tertentu berdasarkan peran penggunanya

 

Tidak kalah menarik dari Divi, Elementor juga memiliki banyak fitur menarik yang bisa Anda gunakan diantaranya sebagai berikut:

  • Embed Anywhere

    Pada fitur ini Anda akan dimudahkan dalam menggunakan widget dan shortcode untuk menampilkan desain elementor di manapun pada situs Anda, seperti halnya footer, sidebar, dan area lainnya. 

  • Shape Dividers

    Pada fitur ini Anda akan dimudahkan dapat membuat efek desain yang keren dan menambahkan bentuk SVG pada desain Anda secara langsung dari antarmuka Elementor.

  • Mode Maintenance/ Coming Soon,

    Adapun pada fitur ini Anda akan dimudahkan dalam menggunakan elementor untuk merancang mode maintenance dan coming soon pada website, selain itu juga dapat menghidupkan halaman tersebut langsung dari antarmuka Elementor. 

 

Baca Juga: Inilah 7 Plugin Terbaik untuk Backup WordPress Anda

 

Divi vs Elementor: Ketersediaan Template

 

Perbandingan Divi dan Elementor selanjutnya yaitu bisa dilihat dari ketersediaan template yang dimiliki oleh masing-masing page builder.  Nah pada poin ini, jika Anda lihat berdasarkan masing-masing page builder melalui website resminya yang paling banyak menyediakan elemen yaitu Elementor.

 

Elementor memiliki element resmi sebanyak 53 element, sedangkan Divi memiliki element resmi sebanyak 46 element. Jika dilihat dari perbandingan tersebut Elementor memang lebih unggul sehingga bisa dibilang lebih lengkap untuk membuat website Anda menjadi jauh lebih baik dengan adanya elemen yang disediakan tersebut. 

 

Divi vs Elementor: Antarmuka Visual Editor Seret dan Jatuhkan

Perbandingan Divi dan Elementor selanjutnya bisa Anda lihat dari antarmuka visual editor drag dan drop. Kedua page builder tersebut memiliki konsep drag dan drop, yang artinya Anda cukup klik pada elemen yang diinginkan, kemudian seret ke posisi yang Anda inginkan untuk muncul di halaman website Anda kemudian letakkan di tempatnya.

 

Divi mempunyai elemen yang ditampilkan pada tata letak halaman itu sendiri. Pada dasarnya Anda hanya perlu memilih elemen yang diinginkan atau akan digunakan dan mengatur ulang sesuai urutan yang Anda ingin munculkan pada halaman website.

 

Sedangkan untuk Elementor, elemennya sebagian besar ditampilkan pada kolom sebelah kiri, yang mana memberi Anda tata letak yang tampak seperti kanvas. Sehingga Anda dapat memilih elemen yang diinginkan dan mengaturnya dengan sesuai keinginan Anda agar nanti muncul di halaman website Anda.

 

Divi vs Elementor: Biaya

Perbandingan Divi dan Elementor yang terakhir yaitu bisa dilihat dari biaya atau harga yang dikeluarkan untuk mendapatkan masing-masing page builder tersebut.. Pada umumnya faktor biaya menjadi salah satu faktor yang sangat menjadi bahan pertimbangan bagi banyak orang untuk memilih sesuatu termasuk page builder website.    

 

Jika Anda bertanya page builder mana yang dapat diakses secara gratis, maka jawabannya adalah Elementor. Meskipun gratis, Elementor tetap dapat membuat website yang menarik dan powerful karena dibekali dengan widget-widget dasar. Sedangkan Divi tidak menyediakan versi gratisnya. Adapun biaya yang perlu Anda keluarkan untuk menggunakan Elementor pro atau Elementor berbayar yaitu 49 USD/tahun untuk satu website  dan 199 USD/tahun untuk multiple website (bisa mencapai 1000 website). Sedangkan untuk DIVI Anda perlu mengeluarkan biaya mulai dari 89 USD/tahun dna untuk multiple website biaya paling murah sebesar 89 USD/tahun.  

 

Selain itu Anda juga perlu mempertimbangkan lisensi website yang dibangun agar selalu mendapatkan support dan update. Pada Elementor hanya memberikan lisensi dengan durasi 1 tahun, yang mana Anda harus memperpanjang lisensinya setiap tahun, jika tidak Anda tidak akan bisa menggunakannya kembali. Sedangkan untuk DIVI Anda akan diberikan opsi lifetime license yang mana dibanderol dengan harga 249 USD flat. Sehingga Anda tidak perlu memperbarui lisensi setiap tahun. 

 

Nah itulah perbandingan dari Divi dan Elementor yang bisa Anda jadikan referensi dalam menentukan page builder mana yang terbaik untuk website Anda. Menurut Anda mana yang lebih baik antara Divi dan Elementor? Secara umum keduanya merupakan plugin builder terbaik dari yang ada. Namun pada perbandingan ini dapat ditarik kesimpulan mana yang lebih baik dari kedua plugin tersebut. Lantas mana yang menurut Anda lebih baik untuk website? Karena konsep lebih baik sebenarnya sangat relatif, Anda dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan juga skill yang Anda miliki, dengan begitu Anda akan tahu mana yang lebih baik.

 

Jika Anda mengalami masalah dalam memilih page builder website atau berencana untuk membuat website profesional untuk bisnis Anda, segera hubungi Sosiakita sekarang untuk membantu menangani masalah dan juga kebutuhan website Anda.  Sosiakita merupakan jasa digital marketing Surabaya yang memiliki kredibilitas tinggi sehingga mampu membantu Anda dalam merencanakan pemasaran digital dan membantu Anda dalam membuat website bisnis profesional maupun konten-konten sosial media yang menarik. Untuk informasi lebih lengkap Anda dapat mengisi formulir disini atau langsung menghubungi pihak kami disini! Anda juga dapat mengunjungi instagram kami disini untuk mendapatkan update terbaru mengenai informasi menarik seputar dunia digital marketing dan website. Pastikan Anda tidak salah menemukan webmaster agar situs website Anda tidak mengalami masalah atau kendala apapun ya