fbpx

Dalam menarik perhatian audience, setiap generasi memilik perlakuan yang berbeda. Sebutan setiap generasi dibedakan berdasarkan tahun lahirnya, yaitu baby boomers (1946-1964), generasi X (1965-1980), generasi Y (1981-1994), generasi Z (1995-2010), dan generasi Alpha (2011-2025).

Selain generasi Y atau yang sering disebut generasi milenial, saat ini usia produktif didominasi generasi Z atau gen Z. Meski memilik karakteristik yang mirip, namun gen Z cenderung lebih lekat dengan internet. Gen Z memiliki karakter menyukai teknologi, fleksibel, dan toleran dengan perbedaan budaya. 

Sebagai marketer, Anda tentu membutuhkan strategi marketing yang berbeda untuk membidik gen Z. Generasi ini dikenal memiliki ketertarikan dalam 8 detik pertama. Jika Anda memiliki target market gen Z, supaya tidak kebingungan cobalah ikuti tips di bawah ini. 

 

1. Buat Konten Visual yang Menarik

Membidik gen Z sebagai target market dapat Anda lakukan dengan membuat konten visual yang menarik. Hal ini dapat Anda lakukan dengan membuat desain grafis atau video yang membuat mereka betah melihatnya berlama-lama. 

Permainan warna dan efek visual dalam video akan membuat mereka lebih tertarik daripada membuat konten yang terkesan hard selling. Anda juga bisa menambahkan musik yang sedang populer dalam video yang Anda buat. Manfaatkan fitur media sosial yang akan mendukung konten semakin menarik. 

2. Ceritakan Pengalaman

Pengalaman mampu membuat seseorang merasa terinspirasi atau didengarkan karena merasa perasaan mereka terwakili. Menggunakan cerita pengalaman juga bisa Anda lakukan jika memiliki target market gen Z. 

Cerita pengalaman di balik terbentuknya sebuah brand akan mampu meningkatkan antusiasme mereka saat lauching produk. Setelah mendengar cerita pengalaman tersebut, mereka bukan ingin membeli produk, melainkan mereka merasa terinspirasi dengan cerita tersebut. 

 

3. Manfaatkan FOMO 

Hidup dalam era teknologi membuat gen Z terbiasa menerima informasi lebih cepat. Hal ini menjadikan mereka selalu up to date dalam segala hal. Gaya hidup ini membuat mereka tidak mau kehilangan atau tertinggal. Atau yang biasa disebut dengan fear of missing out (FOMO).

Menggunakan FOMO sebagai strategi marketing untuk target market gen z bisa Anda lakukan lebih mudah. Misalnya saja memberikan diskon terbatas atau menunjukkan bahwa produk Anda sedang banyak digunakan orang. Sehingga, gen Z akan merasa membutuhkan produk tersebut karena tidak mau merasa tertinggal.  

4. Gunakan Influencer

Terlahir di era yang lekat dengan teknologi membuat gen Z lebih familiar dengan media sosial. Kebiasaan ini pun membuat mereka lebih mengenal influencer daripada artis yang muncul di televisi. 

Menggunakan peran influencer dalam strategi marketing merupakan pilihan yang tepat. Mereka umumnya akan lebih percaya dengan influencer yang mereka ikuti. Strategi ini akan lebih efektif daripada Anda harus memasang iklan dengan biaya lebih mahal. 

Untuk memilih influencer, Anda tidak harus menggunakan influencer dengan jutaan pengikut. Anda bisa menggunakan micro influencer yang biasanya memiliki pengikut 1.000-100.000. 

5. Tunjukkan Kepedulain Sosial

Gen Z memiliki kepedualian sosial yang cukup tinggi. Sehingga, untuk menarik perhatiannya Anda bisa menunjukkan nilai brand yang peduli terhadap suatu isu sosial yang sedang terjadi. 

Nilai yang Anda tunjukkan akan membuat brand Anda mewakili mereka akan suatu isu sosial. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan gen Z kepada brand Anda. Sehingga membuat gen Z lebih melekat dengan produk brand Anda. 

6. Tunjukkan Review

Untuk mendapatkan kepercayaan gen Z Anda dapat menunjukkan testimoni pembeli yang merasa puas dengan produkmu. Testimoni postif akan membantu calon pembeli dapat lebih percaya dengan produkmu. Testimoni ini juga bisa berasal dari influencer yang banyak diikuti oleh gen Z. 

 

Membidik gen z sebagai target market membutuhkan kreativitas dan kedekatan emosional supaya konten yang dibuat lebih menarik dan relevan. Mengingatk gen Z menghabiskan banyak waktu di media sosial membuat mereka menginginkan informasi yang serba cepat. Maka dari itu tidak heran kalau konten yang Anda buat harus mampu menarik perhatian gen Z dalam 8 detik pertama. Kalau Anda merasa kebingungan bagaimana menarik perhatian gen Z, Anda bisa ikuti tips strategi marketing lainnya di website Sosiakita

Sosiakita adalah digital marketing agency di Surabaya yang dapat membantu Anda dalam memaksimalkan penggunaan platform digital untuk kegiatan marketing. Sosiakita dapat membantu Anda dalam pembuatan website, manajemen konten, pembuatan konten video dan desain, dan juga photoshot. Jika ingin melakukan konsultasi klik di sini.

Share