Saat Anda sedang stuck dan kebetulan tidak ada banyak waktu untuk cari ide konten apa yang biasanya Anda lakukan? Nah salah satu hal yang bisa Anda lakukan agar tetap produktif yaitu dengan mengandalkan konten lama Anda. Cara ini sebenarnya telah banyak digunakan oleh para content creator yang biasa dikenal juga dengan repurpose content. Melakukan repurpose content memiliki banyak manfaat salah satunya yaitu memudahkan pekerjaan Anda dan tim. Bukan berarti tidak kreatif, justru cara ini akan lebih mempercepat Anda dalam membuat konten yang berkualitas tinggi dan sesuai yang diinginkan audiens. Karena biasanya sebagian besar brand atau bisnis akan menghabiskan banyak waktu dan miliaran rupiah untuk membuat konten pemasaran yang berkualitas dan menarik.
Brand atau bisnis juga dituntut untuk membuat setidaknya satu konten setiap harinya. Hal ini karena konten menjadi raja dalam dunia bisnis saat ini. Sehingga keberadaan konten sangatlah penting di platform sosial media manapun, blog perusahaan, atau presentasi penjualan. Untuk itu sangat disayangkan jika konten berkualitas yang telah diproduksi dan memakan banyak waktu, tenaga, serta biaya tidak dimanfaatkan berulang kali dengan cara didaur ulang. Konten-konten yang Anda produksi bisa diiris atau dipotong dadu sebanyak mungkin, sehingga perusahaan atau brand dapat memodernisasi dan mengekstrak nilai terbesar dari konten daur ulang tersebut. Lantas bagaimana cara mencari ide konten dengan daur ulang konten lama atau repurpose content? Nah sebelum membahas lebih lanjut, Anda bisa mengetahui lebih dulu apa itu repurpose content atau daur ulang konten yang bisa Anda simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Repurpose Content?
Repurpose content atau daur ulang konten adalah teknik cari ide konten dengan menggunakan kembali konten yang pernah dibuat untuk menjangkau lebih banyak audiens. Sedangkan repurposing yaitu mengacu pada proses pengambilan sepotong konten pada satu platform, kemudian memperbaikinya, dan menggunakannya kembali pada platform lain atau platform yang baru. Sehingga maksud dari daur ulang di sini yaitu menggunakan kembali konten secara utuh maupun dipotong-potong untuk memanfaatkan beberapa elemen dari konten tersebut guna mengubah formatnya menjadi berbeda.
Contoh repurpose content misalnya dari konten artikel blog menjadi konten infografis untuk feed instagram, konten email, linkedIn post, dan lain sebagainya. Sehingga dapat disimpulkan juga jika repurpose content yaitu memperbaiki atau memperkaya konten lama untuk mengatasinya kembali menjadi konten baru. Teknik ini menjadi pilihan yang tepat bagi para pengelola bisnis yang menggunakan digital marketing. Anda dapat melakukan repurpose ini dengan bantuan digital marketing agency Surabaya.
Kenapa Perlu Melakukan Repurpose Content?
Terdapat beberapa alasan yang mendasari kenapa Anda perlu melakukan daur ulang konten lama atau repurpose content ini antara lain sebagai berikut:
- Memperpanjang usia konten
- Menciptakan konten yang lebih banyak tanpa perlu mencari ide baru
- Meraih audiens yang lebih luas
- Menyenangkan audiens lama dengan menambahkan info baru yang lebih segar
- Memberikan alasan bagi Google untuk mendorong konten Anda lebih disukai (fresh dan terupdate)
Berikut 12 Ide Repurpose Content atau Daur Ulang Konten yang Bisa Anda Terapkan
Setelah mengetahui apa itu repurpose content, berikut ini beberapa cara mencari ide konten dengan menggunakan teknik repurpose content atau daur ulang konten lama.
1. Blog Post Menjadi Youtube Video
Mencari ide konten dengan teknik repurpose content yang pertama yaitu dengan mengubah blog post menjadi konten video youtube. Artikel pada blog yang telah Anda posting dapat Anda manfaatkan menjadi konten video yang menarik untuk channel youtube Anda. Terutama konten yang memiliki format Apa, Bagaimana, Cara, List, dan lain sebagainya. Hal ini juga bisa membantu Anda dalam membangun channel youtube dan mendapatkan audiens baru.
2. Blog Post Menjadi Slideshare
Mencari ide konten dengan teknik repurpose content yang kedua yaitu mengubah konten artikel menjadi konten slideshare. Anda juga bisa mendaur ulang konten blog Anda menjadi bentuk presentasi dan upload ke Slideshare.com sebagai slide deck. Dengan begitu Anda bisa sekaligus melakukan branding dan menanam backlink yang berkualitas ke website Anda dari Slideshare.com.
3. Blog Post Menjadi Video Tiktok
Selain mengubah artikel blog menjadi konten video youtube, Anda juga bisa membuat konten video tiktok dari artikel blog. Terutama konten dengan format studi kasus, tips, trik, listicle, dan semacamnya. Jika konten nantinya terlalu panjang, Anda dapat membaginya dalam beberapa part. Tentu saja Anda perlu mengemasnya dengan lebih ringan walaupun hanya berfungsi sebagai branding saja.
4. Blog Post Menjadi E-book
Mencari ide konten dengan teknik repurpose content yang keempat yaitu membuat artikel blog menjadi e-book. Anda bisa mengumpulkan beberapa konten artikel blog yang membahas topik sama dengan pendekatan yang sedikit berbeda dan membuatnya menjadi sebuah e-book. Selanjutnya, e-book tersebut bisa Anda gunakan sebagai lead magnet untuk memancing audiens mendaftarkan email newsletter. Dengan cara tersebut, bisa Anda manfaatkan untuk mendapatkan leads dan membuat list building dengan konten tersebut.
5. Blog Post Menjadi Webinar/Video Course
Mencari ide konten dengan teknik repurpose content yang kelima yaitu konten artikel blog menjadi konten untuk webinar atau video course. Sebagian audiens mungkin ada yang tidak tertarik dengan konten e-book. Untuk itu, Anda harus menawarkan pada mereka format lain, yaitu dengan mengikuti webinar atau video kursus gratis tentang niche bisnis Anda.
6. Blog Post Menjadi Instagram
Mencari ide konten dengan teknik repurpose content yang keenam yaitu konten artikel blog menjadi postingan Instagram. Konten blog juga bisa diubah kedalam bentuk visual, contohnya untuk konten instagram. Format konten blog yang bisa Anda ubah ke dalam konten visual Instagram yaitu berupa listicle, tips dan trik, serta konten informatif paling cocok untuk channel ini.
7. Data Menjadi Infographic
Mencari ide konten dengan teknik repurpose contentyang ketujuh yaitu data menjadi infografis. Jika Anda memiliki data statistik tertentu mengenai niche bisnis, juga bisa manfaatkan untuk membuat konten dalam bentuk infografis. Infografis tersebut bisa Anda tambahkan langsung ke dalam blog post atau menjadi konten visual pada instagram juga agar lebih memperkaya konten dan memancing backlink.
Selain itu, Anda juga bisa membaginya dalam bentuk data-data singkat untuk konten media sosial lain seperti pinterest, facebook, twitter, dan lainnya.
8. Blog Post Menjadi Podcast
Mencari ide konten dengan teknik repurpose content yang kedelapan yaitu konten artikel blog menjadi podcast. Selain menjadi konten video tiktok dan video Youtube, konten dari blog juga bisa Anda kemas kembali menjadi konten podcast berupa bincang-bincang atau talkshow. Untuk menjangkau audiens yang lebih besar dan relevan dengan bisnis, Anda bisa mengundang tokoh ahli atau KOL yang expert dalam membahas topik yang ada dalam konten blog website Anda.
10. Blog Post Menjadi Quora
Mencari ide konten dengan teknik repurpose content yang kesembilan yaitu konten artikel blog menjadi postingan quora. Sebagai salah satu forum tanya jawab, Quora merupakan channel yang sangat efektif untuk melakukan content personalisation. Sehingga Anda bisa memberikan saran yang personal di Quora dengan informasi berbasis dari konten blog. Anda juga bisa sekaligus mempromosikan konten blog Anda, tentunya dengan diskusi yang relevan serta saran yang bernilai agar tidak menjadi spam.
11. Blog Post Menjadi Twitter Thread
Mencari ide konten lain dengan teknik repurpose content lainnya bisa Anda lakukan dengan memanfaatkan konten artikel blog menjadi postingan thread Twitter. Saat ini, pengguna Twitter sangat menyukai informasi-informasi yang dibagikan dalam format thread. Twit dalam bentuk thread menerima 64% impresi yang lebih besar dan 50% engagement yang lebih tinggi dibandingkan dengan twit biasa. Adapun jenis format yang paling cocok untuk dijadikan thread di Twitter yaitu listicle. Selain itu, ada juga konten review dan how to yang sering muncul dalam bentuk thread.
12. Blog Post Menjadi Newsletter
Mencari ide konten dengan teknik repurpose content selanjutnya yaitu konten artikel blog menjadi newsletter. Konten-konten lama yang sudah berusia lebih dari 1 tahun bisa Anda segarkan lagi dengan menambahkan data dan informasi baru yang kemudian Anda gunakan untuk newsletter bagi para pelanggan Anda.
13. Blog Post Menjadi Konten Email Marketing
Mungkin beberapa diantara Anda ada yang pernah membuka email marketing dari suatu brand atau perusahaan, kemudian melihat salah satu isi tulisan yang mengarahkan Anda untuk menuju artikel di website mereka ketika di klik. Selain termasuk strategi email marketing, cara seperti ini juga merupakan bagian dari praktik repurpose content.
Kesimpulan
Daur ulang konten atau repurpose content adalah cara mencari ide konten yang alternatif dan termudah ketika Anda dan tim sedang dikejar deadline, namun stuck dan tidak memiliki banyak waktu untuk memikirkan ingin membuat konten apa. Apalagi jika Anda ingin membuat konten yang berkualitas, viral atau minimal mendapat engagement yang tinggi. Namun saat membuat repurpose content pastikan Anda eksekusi dengan tepat dan tidak berlebihan. Jangan sampai audiens disuguhkan dengan konten yang itu-itu saja, karena dapat membuat audiens menjadi jenuh dan bosan. Sehingga engagement menjadi turun dan konten Anda tidak lagi disukai oleh audiens.
Semoga informasi diatas bisa membantu Anda dalam membagikan momen dan postingan di Instagram menjadi lebih menarik ya. Jika Anda ingin mendapatkan tips dan trik seputar media sosial atau info-info menarik dan terupdate seputar dunia bisnis, media sosial, digital, dan teknologi silahkan Anda Klik disini!
Untuk membantu memanajemen sosial media Anda menjadi lebih profesional dengan konten-konten yang menarik dan berkualitas, Anda bisa langsung berkonsultasi dengan Sosiakita. Karena Sosiakita menyediakan berbagai layanan digital marketing yang berkualitas untuk meningkatkan performance bisnis Anda, seperti pembuatan website, pengembangan web, optimasi ads, optimasi SEO, hingga pembuatan campaign dan konten-konten untuk website dan sosial media bisnis Anda menjadi lebih menarik, berkualitas, dan profesional. Yuk segera konsultasikan segala kebutuhan digital marketing bisnis Anda dengan Sosiakita sekarang juga secara gratis. Tunggu apalagi? Hubungi sosiakita sekarang juga dengan klik disini atau langsung menuju halaman resmi kami di sini dan temukan kami di LinkedIn, Facebook, serta Instagram untuk mengetahui informasi terupdate lain dari Sosiakita.





