Menurunkan bounce sangat penting bagi setiap pemilik website. Karena pemilik pasti ingin webnya dikunjungi oleh banyak orang. Berbagai langkah optimasi SEO pun diterapkan sampai mendapatkan angka trafik yang memuaskan. Namun, muncul masalah lain yaitu pengunjung-pengunjung website tersebut hanya membuka satu halaman dan tidak tertarik untuk membuka halaman lainnya. Inilah yang disebut bounce rate. Bounce rate adalah persentase pengunjung yang langsung meninggalkan website setelah membuka satu halaman website tanpa melakukan tindakan apa pun. Mereka tidak menekan tombol menu, hubungi kami, atau internal link di halaman tersebut. Semakin tinggi persentase bounce rate menunjukkan ada yang salah dengan website anda.

 

Bounce rate yang tinggi mengindikasikan satu dari dua kemungkinan. Pertama kualitas konten yang disediakan terlalu buruk sehingga pengunjung tidak tertarik untuk mengeksplorasi konten-konten lainnya. Kedua, konten tidak sesuai dengan maksud (intent) pengunjung sehingga mereka mencari konten dari website lain yang sesuai dengan keinginannya. Mungkin anda bertanya-tanya apakah website saya memiliki bounce rate yang tinggi. Anda bisa menggunakan Google Analytics untuk mengetahui bounce rate website anda. Apabila anda belum memiliki Google Analytics di website, Anda bisa memasangnya dengan mengikuti panduan memasang Google Analytics di WordPress. Berikut 5 Cara Menurunkan Bounce Rate dalam Website:

 

1. Tingkatkan Kualitas Konten

5 Cara Menurunkan Bounce Rate pada Website

 

Cara menurunkan bounce rate yang pertama adalah konten harus disusun secara rapi agar pengunjung tidak kesulitan membaca konten anda. Anda perlu mengingat bahwa konten anda bukan satu-satunya di Internet. Bahkan ada ratusan ribu website yang membahas topik serupa. Jadi anda harus membuat konten sebaik mungkin agar tidak beralih ke website atau blog lain.

 

Pertama, bagi artikel menjadi paragraf pendek. Karena pengguna internet terbiasa membaca paragraf yang singkat untuk memudahkan mereka membaca dengan cepat. Ketika melihat paragraf yang terlalu panjang, mereka akan kesulitan menemukan inti dari paragraf tersebut.Kedua, manfaatkan Subheading. Karena subheading membantu menemukan poin-poin penting dalam sebuah artikel. Ketiga, tambahkan visual yang menarik. Pembaca akan mudah bosan jika hanya melihat teks dari awal sampai akhir artikel. Menambahkan foto, gambar ilustrasi, infografis, atau bahkan menambahkan video akan membuat pembaca lebih mudah memahami konten anda.

 

2. Pilih Topik yang Relevan

5 Cara Menurunkan Bounce Rate pada Website

 

Apabila website atau blog anda mendapatkan trafik dari kata kunci yang sama sekali tidak berkaitan dengan produk atau layanan yang dijual, kemungkinan angka bounce rate akan tinggi. Ketika anda melakukan riset keyword anda juga perlu mempertimbangkan relevansinya dengan produk anda. Misalnya anda menjual pakaian, namun yang anda tulis di artikel adalah cara membuat donat indomie yang lagi hits. Website anda mungkin akan mendapatkan trafik tinggi dari dari topik tersebut, tetapi diikuti juga dengan bounce rate yang tinggi dari topik tersebut, tetapi diikuti dengan skor bounce rate yang tinggi karena topik tersebut tidak relevan dengan bisnis anda. 

 

3. Buat Konten Sesuai Search Intent

5 Cara Menurunkan Bounce Rate pada Website

 

Bayangkan anda mengetik sebuah kata kunci di google lalu anda mengklik salah satu website di hasil pencarian. Setelah anda baca, ternyata konten di website tersebut tidak sesuai dengan apa yang anda ekspektasian. apa yang anda lakukan? Tentu mengulangi proses pencarian kata kunci sampai menemukan konten yang sesuai dengan maksud dan keinginan anda (search intent).

 

Untuk membuat konten yang sesuai dengan search intent pembaca, anda perlu memahami macam-macam search inten terlebih dahulu. Secara umum, kata kunci dibagi menjadi 4 berdasarkan search intent, yaitu informational, navigational, commercial investigation, dan transactional. 

 

Pertama, informational keyword merupakan jenis keyword yang mengantarkan pembaca kepada konten dengan memberikan penjelasan lengkap mengenai satu topik. Misalnya, ketika mengetik “cara memasak mie”, pembaca ingin membaca konten yang memandunya memasak mie dari awal hingga akhir. 

 

Kedua, navigational keyword adalah kata kunci yang biasanya mengarah ke merk tertentu. Misalnya, kata kunci seperti “facebook”, “twitter”, “youtube”,”atau “instagram”. Ketika mengetikkan kata kunci tersebut, pengguna ingin langsung diarahkan ke website resmi. 

 

Ketiga, commercial investigation keyword adalah kata kunci yang digunakan pencari untuk mendapatkan informasi mengenai perbandingan produk dari beberapa merk. Contohnya “tas terbaik”, “smartphone terbaik”, “laptop terbaik”. Pengguna ingin melakukan perbandingan kelebihan dan kelemahan merk dengan menggunakan kata kunci tersebut.

 

Keempat, transactional keyword merupakan kata kunci yang digunakan pencari ketika mereka sudah di fase pembelian atau transaksi seperti beli atau tidak. Seperti contoh “beli laptop”, “beli smartphone”, “beli kipas angin”.

 

Keadaan di atas merupakan contoh mengapa search intent menjadi salah satu komponen yang dapat menentukan tinggi rendahnya bounce rate website anda. Jika konten anda sesuai ekspektasi pembaca, mereka akan membacanya sampai selesai. Namun jika konten tidak sesuai ekspektasi pembaca akan langsung meninggalkan website. 

 

4. Tingkatkan Kecepatan Website 

5 Cara Menurunkan Bounce Rate pada Website

 

Hal yang paling dibenci oleh para pengunjung website adalah loading yang lambat. jika loading website lambat, pengunjung akan beralih ke website lain yang menyediakan informasi lebih cepat. Menurut google , 53 persen pengguna internet meninggalkan website yang loadingnya lebih dari 3 detik, Selain itu, 79 persen orang yang kecewa dengan website loading lama menyatakan tidak akan kembali lagi ke website tersebut. Oleh karena itu penting memiliki website dengan akses kecepatan rata-rata agar pengunjung tidak langsung keluar dari website anda.

 

5. Buatlah Desain Mobile Friendly

5 Cara Menurunkan Bounce Rate pada Website

 

Perangkat mobile adalah perangkat yang paling banyak digunakan pengguna internet di Indonesia untuk mengakses internet. Berdasarkan survei Google, 94 persen pengguna internet Indonesia mengakses internet melalui perangkat mobile. Dengan smartphone sebagai perangkat utama pengguna internet Indonesia, pemilik website yang mobile friendly. Sayangnya, tidak semua tema website menyediakan tea website yang responsif di perangkat mobile. Anda bisa membuat tema WordPress menjadi mobile friendly dengan menggunakan bantuan plugin. Inilah salah satu cara untuk menurunkan bounce rate. Jika anda mencari social media management yang dapat membantu menurunkan bounce rate, maka Sosiakita solusinya. Kami akan membantu dari awal hingga akhir. Kami juga akan membantu mengorganisir konten website atau sosial media yang anda miliki.

DAPATKAN PENAWARAN MENARIK
DARI SOSIAKITA

ISI FORM