fbpx

Selama beberapa tahun belakangan ini, bisa dibilang TikTok memang menjadi aplikasi yang paling populer di dunia. Begitu juga dengan Instagram, terlebih saat ini Instagram juga tengah meluncurkan fitur terbaru yang dapat lebih mempermudah para kreator yaitu fitur reels yang hampir mirip dengan TikTok. Tidak heran jika kehadiran TikTok dan Instagram menjadi ancaman bagi beberapa platform media sosial lainnya seperti halnya YouTube dan Google. Bahkan ancaman tersebut hanya terbatas pada YouTube saja, namun juga layanan utama Google lainnya seperti Google Search dan Google Maps. Hal ini dikarenakan banyak pengguna internet khususnya kelompok Gen Z atau generasi Z lebih mengandalkan TikTok dan Instagram sebagai alat untuk mencari informasi.

Mereka tidak hanya menggunakan TikTok dan Instagram sebagai media sosial untuk eksis dan branding saja, namun juga untuk melakukan penelusuran berbagai informasi. Fakta tersebut juga diungkapkan langsung oleh petinggi perusahaan Google dalam laporan data internal terbaru Google yang menyebutkan bahwa saat ini, sekitar 40% dari kelompok Gen Z lebih memilih platform seperti TikTok dan Instagram untuk mencari informasi dari pada menggunakan Google Search. 

Data tersebut berasal dari survei yang dilakukan oleh Google dengan melibatkan pengguna di Amerika Serikat dengan usia 18 hingga 24 tahun. Bahkan dalam studi yang telah dilakukan oleh Google, anak muda tersebut lebih suka mencari informasi mengenai tempat makan atau tempat-tempat lainnya melalui TikTok dan Instagram, bukan melalui Google Maps atau Google Search.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan diskusi tentang evolusi sistem pencarian pada acara Fortune’s Brainstorm Tech yang diselenggarakan di Aspen, Colorado, Prabhakar Raghavan selaku wakil presiden senior Google juga menyampaikan bahwa Google akan terus berusaha untuk mempelajari kebiasaan baru para pengguna internet tersebut. Karena generasi Z memiliki keingintahuan yang berbeda dari kebiasaan generasi sebelumnya. 

 

Apa yang Menjadi Alasan Gen Z Lebih Pilih TikTok dan Instagram?

Ternyata kebiasaan gen Z tersebut, didukung oleh fakta bahwa saat ini kebanyakan generasi muda mulai menolak untuk mengetikkan kata-kata atau keyword. Padahal untuk mencari informasi melalui Google Maps atau Google Search pengguna harus mengetikkan keyword ke search bar terlebih dahulu. Sedangkan jika melalui media sosial seperti TikTok dan Instagram, pengguna tidak lagi mencari dengan memasukkan kata-kata atau keyword, karena mereka bisa mendapatkan informasi melalui konten dari berbagai kreator yang mendokumentasikan pengalaman mereka mengunjungi atau melakukan sesuatu. 

Di samping itu, dibandingkan dengan mengetikkan kata-kata atau keyword yang membutuhkan effort untuk mendapat tautan (link), rupanya gen Z lebih suka melihat informasi dalam bentuk audio dan visual serta memasukan kata kunci melalui suara. Hal inilah yang membuat gen Z lebih suka mencari informasi melalui TikTok dan Instagram dibanding melalui Google atau Youtube.

Hal ini tentu saja bisa menjadi masalah bagi Google kedepannya. Pengguna internet kelompok Gen Z mungkin masih akan menggunakan Google Maps sebagai alat untuk navigasi, akan tetapi Google tidak lagi menjadi destinasi pertama mereka untuk mencari sesuatu. Jika hal ini terus dibiarkan maka akan menimbulkan masalah besar pada Google. Karena Google Sendiri telah menghabiskan waktu, tenaga, dan tentunya biaya selama bertahun-tahun untuk memperbarui algoritma rekomendasi untuk berbagai macam bisnis di Google Search dan Google Maps. Selain itu, Google juga mendapatkan cuan dan iklan yang dijual untuk beberapa pencarian di Google Search. Dengan adanya masalah ini tentunya memaksa Google untuk harus lebih adaptif, terutama untuk pengguna kelompok Gen Z.

 

Ya, seringkali pengguna internet terutama gen Z yang banyak melakukan pencarian berdasarkan trend yang sedang terjadi. Sosial media seperti TikTok dan Instagram kerap menggunakan informasi yang paling cepat, karena biasanya pengguna aplikasi tersebut akan langsung mengunggah informasi atau kejadian apa saja yang telah terjadi secara real-time. Sehingga informasi yang diperoleh sangat up to date. Hal itulah yang juga menjadi alasan mengapa banyak anak muda lebih memilih mencari informasi di TikTok dan Instagram ketimbang Google atau Youtube. Semoga informasi yang telah dijelaskan diatas bisa membantu Anda ya. Jika Anda ingin mendapatkan informasi terupdate mengenai dunia bisnis, teknologi, dan digital, silahkan kunjungi website Sosiakita

Sosiakita merupakan salah satu jasa digital marketing Surabaya yang mempunyai berbagi layanan, mulai dari pembuatan website, pengembangan web, digital marketing, hingga pembuatan konten-konten menarik untuk website dan sosial media Anda. Dengan pengalaman yang kami miliki serta team yang ahli dan profesional, kami akan mampu mengembangkan bisnis dan perusahaan Anda. Berminat untuk bergabung? Segera hubungi kami sekarang untuk mendapatkan free konsultasi atau kunjungi halaman resmi kami di sini  atau temukan kami di LinkedIn, Facebook, dan Instagram untuk mengetahui informasi terupdate kami.

Share